Kamis, 03 April 2008

Wonosobo-an Style

Banyak cara menunjukkan gaya khas sebagai orang Wonosobo. Salah satunya adalah dengan bahasa percakapan. Bahasa Wonosobo adalah bagian dari Bahasa Jawa. Bahasa Wonosobo memiliki ciri khas yang tidak dimiliki daerah lain di Jawa khususnya Jawa Tengah. Kekhasan itu salah satunya disebabkan karena letak wilayah Wonosobo yang berada diantara dua Karisidenan, yaitu Karisidenan Banyumas dengan bahasa Banyumas yang khas dan Karisidenan Kedu dengan pengaruh Bahasa Jawa Yogyakarta dan Solo.
Keinginan saya menyusun dan mengumpulkan kosa kata bahasa Wonosobo-nan di blog ini semata-mata didasari oleh keinginan untuk melestarikan bahasa tanah kelahiran saya. Tidak lebih dan tidak kurang. Dan hanya kata istimewa (khas) saja yang saya tulis disini.
  • Deke, De'e (huruf "e" diucapkan seperti saat kita mengucapkan hutuf "e" pada kata sate dalam Bahasa Indonesia) artinya kamu. Kata deke atau de'e biasa diucapkan antar sesama teman, orang sebaya atau orang yang lebih muda.
  • Nyong, enyong (huruf "e" diucapkan seperti saat kita mengucapkan hutuf "e" pada kata elang dalam Bahasa Indonesia) artinya adalah saya atau aku. Kata nyong atau enyong biasa diucapkan antar sesama teman, orang sebaya atau orang yang lebih muda.
  • Ho'oh artinya ya (tanda setuju)
  • Jidor, porah artinya biarkan saja
  • Andak artinya "apa iya?". Biasanya ducapkan ketika kita menunjukkan rasa ketidak percayaan terhadap sesuatu. Kata "andak" banyak digunakan d daerah selatan Wonosobo (kecamatan Sapuran, Kecamatan Kepil dan Kecamatan Kalibawang)
  • Mayo, Mage (huruf "e" diucapkan seperti saat kita mengucapkan hutuf "e" pada kata sate dalam Bahasa Indonesia) artinya ayo.
  • Andan wingi artinya hari sebelum kemarin.
  • Njagong, Njegok (huruf "e" diucapkan seperti saat kita mengucapkan hutuf "e" pada kata sate dalam Bahasa Indonesia) artinya duduk
  • Menyat (huruf "e" diucapkan seperti saat kita mengucapkan hutuf "e" pada kata elang dalam Bahasa Indonesia) artinya bangkit atau berdiri dari posisi sebelumnya.
  • Nglegereng (huruf "e" pertama diucapkan seperti saat kita mengucapkan hutuf "e" pada kata elang dalam Bahasa Indonesia, huruf "e" berikutnya diucapkan seperti kita mengucapkan huruf "e" pada kata gareng) artinya berbaring.
  • Ndebruk (huruf "e" diucapkan seperti saat kita mengucapkan hutuf "e" pada kata sate dalam Bahasa Indonesia) artinya buang air besar. Merupakan salah satu kata kasar.

to be continued....

9 komentar:

Anonim mengatakan...

eeeee..........eeeeeeeeeeeeeee..........mbah Darmo...PS an wae

Anonim mengatakan...

Wa, ta re post yow Mas..ngko tak tambahi neh. tur nuwun....

Anonim mengatakan...

niy saia tambahin:

prige/ pige (e pada kata ekor) artinya gimana.

si (pengucapannya mantap seperti ada 'h' setelah 's' -> shi!) merupakan penekanan bahasa seperti kan/ sih pada bahasa indonesia, ex: ho'oh si?!=iya kan? pige si?=gimana sih?

kapankapan ditambah Lagiy deh
saLam kenaL sesama Wong Wonosobo
^_^

ISMANTO mengatakan...

BOS AKU PUNYA SARAN... TAPI BESOK WAE TAK KERUMAH...

Anonim mengatakan...

Ndais kok belum ada pak? Ndais: kata yang diucapkan ketika ada yang kena sial, artinya syukurin, rasain. Sangat khas wonosobone..

Bagas Pinto Nugroho mengatakan...

waaaaaah waaaaaah moer ki

jole mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
Manjie mengatakan...

Ea.... Ngeblog siki xixixii..

Unknown mengatakan...

ndereni 😅