Sabtu, 14 Juni 2008

Welcome to The Jungle!


Sabtu, 14 Juni 2008 adalah hari penentuan buat siswa SMA kelas tiga. Setelah berkutat selama tiga tahun dijejali kurikulum yang "belum jelas" dan diakhiri dengan Ujian Nasional yang juga sama-sama "belum jelas" pada hari Sabtu Pon itulah diumumkan siapa-siapa yang lulus dan siapa-siapa yang tidak lulus.
Bagi yang tidak lulus : bisa mengulang satu tahun (apa susahnya?). Jelasnya, bagi adek-adek yang tidak lulus jangan berkecil hati, jangan gengsi!
Bagi yang lulus : selamat! dan ingatlah jalan sampeyan masih panjang. Welcome to the jungle. Selamat datang di "hidup" yang sebenernya!. Sampeyan masih harus bertempur dengan nasib. Bertempur dengan pesaing-pesaing sampeyan untuk bisa masup ke perguruan tinggi atau bertempur dengan para pencari kerja lainnya yang kebanyakan sudah sarjana.
Ironisnya, sampeyan-sampeyan mau menghadapi medan pertempuran yang berat malah berpesta, pawai keliling kota pake sepeda motor (hasil kredit orang tua!) tanpa helm dengan baju dicorat-coret sepertinya sampeyan sudah menang perang!
Perang besar menunggu! Senjata "ijazah SMA" yang sampeyan bawa tidak cukup untuk berhadapan dengan meram sarjana-sarjana yang juga masih belum dapat kerjaan. Perang besar menunggu!

Siapakah Mirza Ghulam Ahmad?

Mirza Ghulam Ahmad hidup pada tahun 1839-1908M. Dia dilahirkan di desa Qadian, di wilayah Punjab, India tahun 1839M. Dia tumbuh dari keluarga yang terkenal suka khianat kepada agama dan negara. Begitulah dia tumbuh, mengabdi kepada penjajahan dan senantiasa mentaatinya. Ketika dia mengangkat dirinya menjadi nabi, kaum muslimin bergabung menyibukkan diri dengannya sehingga mengalihkan perhatian dari jihad melawan penjajahan Inggris. Oleh pengikutnya dia dikenal sebagai orang yang suka menghasut/berbohong, banyak penyakit, dan pecandu narkotik.
Pemerintah Inggris banyak berbuat baik kepada mereka. Sehingga dia dan pengikutnya pun memperlihatkan loyalitas kepada pemerintah Inggris.
Akar Pemikiran Dan Keyakinan Ahmadiyah:
• Bermula dari gerakan orientalis bawah tanah yang dilakukan oleh Sayyid Ahmad Khan yang menyebarkan pemikiran-pemikiran menyimpang ; yang secara tidak langsung telah membuka jalan bagi munculnya gerakan Ahmadiyah.
• Inggris menggunakan kesempatan ini dan membuat gerakan Ahmadiyah, dengan memilih untuk gerakan ini seorang lelaki pekerja dari keluaga bangsawan
Hal-Hal Yang Mengkafirnya Mirza Ghulam Ahmad:
• Pengakuannya sebagai nabi
• Menghapus kewajiban jihad dan mengabdi kepada penjajah.
• Meniadakan berhaji ke Mekkah dan menggantinya dengan berhaji ke Qadian.
• Penyerupaan yang dilakukannya terhadap Allah dengan manusia
• Kepercayaannya terhadap keyakinan tanasukh (menitisnya ruh) dan hulul (bersatunya manusia dengan tuhan).
• Penisbatannya bahwa Allah memiliki anak, serta klaimnya bahwa dia adalah anak tuhan
• Pengingkarannya terhadap ditutupnya kenabian oleh Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam, dan membuka pintu bagi siapa saja yang menginginkannya.

Jadi, jika masih ada yang mengesahkan kehadiran Ahmadiyah sebagai bagian dari aliran Islam di Indonesia dengan dalih kebebasan berkeyakinan adalah sebuah hal yang patut kita pertimbangkan lagi.
Kebebasan berkeyakinan sebenarnya sah-sah saja, dalam Islam pun telah disampaikan “bagimu agamamu, bagiku agamaku” namun ketika sebuah aliran yang tidak sesuai dengan aqidah menggunakan baju Islam menjadi sebuah penistaan. Kecuali aliran tersebut berubah menjadi agama baru tanpa embel-embel Islam.



Kamis, 29 Mei 2008

Demo..

Akhirnya BBM naik (lagi). Tepat jam 00.00 WIB hari Sabtu, 24 Mei 2008 harga premium sah menjadi 6 rebu perak! Saya nggak bakal mendiskusikan, memprotes bahkan mendemo kenaikan BBM. Walopun sejujurnya: nggak setuju dengan alasan pribadi! bukan alasan politis atau tidak menjadikan rakyat sebagai alasan. Ketidak setujuan saya 100 % alasan pribadi.
Demo anti kenaikan BBM yang marak ketika Pemerintah berencana menaikkan harga BBM berlanjut sampai dengan saat ini setelah harga bensin menembus 6 rebu perak. Anehnya, para pendemo tetap saja menggunakan sepeda motor, mobil pribadi, truk maupun bis untuk menjalankan misi "atas nama rakyat" itu! Dan anehnya lagi, para pendemo masih juga menggunakan (baca: mampu membeli) premium/petramax sebagai bahan bakar kendaraannya. Tidak menggunakan air, tidak menggunakan gas dari kotoran manusia atau dari biji jarak!
Yang menarik untuk dilaknat adalah tindakan "oknum" pendemo yang menjurus kepada tindakan laksana jago kungfu! Diawali dengan kejadian "penyerbuan" oleh aparat pulisi ke salah satu kampus setelah para pulisi itu di dorong-dorong, dilempari batu, diumpat, dilaknat, disumpah serapahi dengan kata-kata yang sangat "sopan" untuk ukuran kaum terpelajar, sekumpulan agen perubahan atas nama rakyat!
Sebagai seorang yang menjalankan tugas (dibayar untuk menjalankan tugas) negara, pulisi juga manusia yang tingkat kesabaran dan gajinya terbatas.
Kejadian terakhir yang pantas untuk diumpat, dilaknat, disumpah serapahi dengan kata-kata yang lebih "sopan" adalah ketika seorang pulisi setengah tua dengan pangkat rendahan berkaca mata (dengan mimik muka memelas-tenan!) terjatuh di tengah-tengah pendemo ketika melintas diantara pendemo dan ditendang! DITENDANG! oleh "oknum mahasiswa". Walopun akhirnya ada klarifikasi dari pihak mahasiswa bahwa sang jago kungfu "bukan mahasiswa". Lha terus siapa dia? tamu rahasia kah? Jika si jago kungfu itu memang bukan mahasiswa, sepertinya kegiatan demo oleh mahasiswa perlu dikaji ulang dan perlu di rekondisikan! Dengan kata lain.. demo mahasiswa mudah disusupi oleh kepentingan tertentu!
Pertanyaannya adalah: apakah demo masih menjadi saluran yang efektif untuk menyampaikan aspirasi rakyat? Lalu kemana para wakil rakyat?